top of page
Search

BAHAS KONGLOMERASI MEDIA PAKE TEORI EKO-POL YUK!

  • gagasanmahasiswa
  • May 21, 2019
  • 4 min read

Updated: May 23, 2019


Hai sobat semua! hari ini, kami mau ngajak sobat semua buat memahami teori ekonomi politik, langsung pada kasus yang ada di sekitar kita tapi belum tentu sobat semua sadari! yuk disimak!

TEORI EKONOMI POLITIK berbicara tentang kekuatan yang dimiliki oleh seorang pemilik media, sehingga dengan kekuatannya ia mampu mendapat keuntungan. Keuntungan yang didapat biasanya melalui produksi, distribusi, dan konsumsi pesan media.

Dalam teori ekonomi-politik, ada tiga konsep yang muncul, yaitu Komodifikasi, Spasialisasi, dan Strukturasi.

1. Komodifikasi : suatu proses mengubah nilai guna menjadi nilai tukar. Komodifikasi dibagi menjadi 3 nih sobat, ada komodifikasi konten, komodifikasi audience dan komodifikasi pekerja.

2. Spasialisasi: pemilik media mencoba memenuhi kebutuhan khalayak dimana penyebaran produk terhadap audience tanpa terhalang ruang dan waktu. Spasialiasi juga terbagi jadi dua nih, spasialisasi vertikal dan horizontal.

3. Strukturisasi : menempatkan pemilik media menjadi penguasa satu-satunya dan menuntut media melakukan apa yang ia inginkan, seperti diberitakan, dan lain sebagainya.

Kasus yang ada di Indonesia salah satunya adalah konglomerasi media.


KONGLOMERASI MEDIA

Konsentrasi kepemilikan ribuan media di tangan segelintir pemilik. Di Indonesia ada 1248 stasiun radio, 1706 Media Cetak, 76 Stasiun Televisi, 176 Stasiun Televisi yang sedang mengajukan ijin siaran, dan yang sedang mengalami trend yaitu, media online. Dari ribuan kanal media yang ada di Indonesia hanya 12 orang saja pemiliknya. Inilah yang disebut konglomerasi media.

Lalu, apa kaitannya dengan MNC? yuk kita bahas!

MNC GROUP yang dimiliki oleh Hary Tanoesoedibjo ini menaungi 3 TV Nasional, 17 TV Lokal, 22 Jaringan Radio, 1 Surat Kabar, 4 Majalah, 2 Tabloid, dan media online. Berbagai kanal media dimiliki oleh satu penguasa media.

Nah, dalam MNC Group ada juga loh konsep-konsep yang berkaitan dengan teori ekonomi-poilitik, seperti berikut ini:

1. Komodifikasi:

a. Komodifikasi Konten : konten yang disebarluaskan media terhadap khalayak. Namun disini media tidak lagi sejalan dengan visi misi awalnya.

Contoh : Program Kilau Dangdut Mania Dadakan yang ada di MNC TV sebuah pertunjukkan musik dangdut dimana jurinya yaitu Ayu Ting-Ting membahas tentang kehiduapnnya di acara tersebut yang menunjukkan komodifikasi konten.

b. Komodifikasi Audience : berhubungan dengan kepentingan pengiklan, di mana yang dijual media adalah kita sebagai khalayak.

Contoh : Pemutaran program tv sinetron di RCTI, akan ditayangkan pada jam-jam prime time, karena saat banyak penonton, akan meningkatkan ratingnya, sehingga akan banyak pengiklan yang ingin mengiklankan produk/jasanya pada stasiun TV tersebut.

c. Komodifikasi Pekerja : pekerja menjadi nilai tukar.

Contoh : Seorang wartawan yang bekerja di perusahaan MNC milik Hari Tanoe, harus mau untuk membagikan hasil liputannya kepada beberapa anak perusahaan yang ia miliki. Misalnya, seorang reporter dari MNC TV harus mau membagikan liputan yang ia buat pada global TV yang merupakan bagian dari MNC Grup meskipun bayarannya hanya satu, yaitu dari salah satu anak perusahan (MNC TV)


2. Spasialisasi : pemilik media mencoba memenuhi kebutuhan khalayak dimana penyebaran produk terhadap audience tanpa terhalang ruang dan waktu

Contoh : MNC memiliki yang namanya MNC Financial Services :

- MNC Bank

- MNC Finance

- MNC Leasing

- MNC Sekuritas

- MNC Asset Management

- MNC Insurance

- MNC Life.


3. Strukturisasi : menempatkan pemilik media menjadi penguasa satu-satunya. Strukturisasi juga dapat diartikan ketika kita sebagai pekerja media harus tunduk terhadap pemilik media.

Contoh : Pada tim redaksinya, Hari Tanoe memiliki kewenangan untuk meminta iklan tentang Partai Perindo selalu ditampilkan di stasiun TV yang ia miliki. Tidak hanya itu, ia juga menginginkan agar berita yang disebarkan di stasiun TV setidaknya ada yang berkaitan dengan dirinya.


Source:

Materi presentasi Ibu Olivia Lewi Pramesti, S. Sos, M. A.

Segitu dulu ya sobat semua! semoga informasi ini membantu dan menambah pengetahuan sobat semua!


REVISI:

Setelah berakhirnya kerusuhan 22 Mei 2019 terkait dengan tidak terimanya pendukung paslon nomor urut 02 atas hasil akhir rekapitulasi Pemilu PILPRES 2019, media ramai memberitakan aksi 22 mei ini. Seperti yang kita tahu, aksi ini dilakukan di Jl. MH Thamrin No. 14 Jakarta Pusat. Salah satu media yang juga turut memberitakan aksi ini adalah RCTI melalui program Seputar INews Siang. Sebelumnya di atas sudah dijelaskan mengenai komodifikasi dalam teori Ekonomi Politik Media. Program Seputar INews Siang seperti yang dapat kita lihat dalam gambar dibawah ini sama sekali tidak ada komodifikasi konten. Konten yang diberitakan fokus pada aksi 22 mei 2019 yang terjadi di depan Kantor BAWASLU, khususnya berita tentang polisi menangkap 6 pemilik senjata api yang digunakan pada aksi 22 mei 2019. Tidak ada konten lain yang diberitakan dalam Seputar INews Siang pada tanggal 22 Mei 2019. Hal ini menandakan bahwa program Seputar INews Siang di RCTI menjalankan program sesuai dengan visi misi awalnya, yaitu memberitakan berita-berita teraktual dan terbaru.

Namun menarik, apabila kita tengok program lain di RCTI yaitu program infotainment khususnya program SILET terdapat sesuatu yang berbeda di tanggal 22 mei 2019 kemarin. Seperti yang kita ketahui program SILET memiliki tujuan untuk memberitakan soal kehidupan artis, public figure, dan juga gossip-gossip yang sedang panas ataupun viral. Namun kali ini, SILET pada tanggal 22 Mei 2019 tidak memberitakan kehidupan artis seperti biasanya. Program ini juga turut serta dalam memberitakan aksi demo protes hasil pemilu tanggal 22 mei 2019. Selain itu, SILET juga melakukan wawancara terhadap seorang public figure mengenai pendapatnya soal aksi demo 22 mei 2019. Dapat kita lihat bahwa terdapat komodifikasi konten di mana SILET juga turut serta menjual konten berita diluar visi misi awalnya yaitu tentang aksi demo 22 mei 2019 dan bukan soal kehidupan artis maupun public figure. Bahwa SILET juga tidak mau kalah untuk memberitakan berita yang sedang panas dan banyak dibicarakan terkait dengan demo protes hasil pemilu di tanggal 22 mei 2019 kemarin.



https://www.youtube.com/watch?v=qf6Ae1F-4n8 – Seputar INews Siang, RCTI






https://www.youtube.com/watch?v=pIfzJdbJFPE&t=113s --- SILET - Kericuhan Sempat Mewarnai Aksi Demo Protes Hasil Pemilu [22 Mei 2019]

 
 
 

Comments


  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon
  • Grey Facebook Icon

© 2023 by The New Frontier. Proudly created with Wix.com

bottom of page