top of page
Search

LITERASI MEDIA? APA TUH?

  • gagasanmahasiswa
  • May 21, 2019
  • 3 min read

Updated: May 23, 2019

Halo sobat semua! hari ini, kami mau ajak kalian buat lebih mendalami tentang literasi media. Apa sih literasi media? yuk kita mulai dari menilik data statistik berikut ini!


Sobat semua, ini adalah data statistik yang kami dapet dari tirto.id, dan statistik ini dilakukan tahun 2018




Dari data statistik yang ada, dapat dilihat secara jelas bahwa sosial media merupakan penyumbang pemberitaan hoax dengan presentase 92,4%.



Mungkin sobat semua bertanya-tanya nih, kaitannya dengan literasi media apa sih?

Yuk kita bahas!


Literasi media adalah kemampuan untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi, dan mengkomunikasikan isi pesan media. Untuk kasus ini, kita akan lebih berfokus pada literasi media digital, karena berkaitan dengan sosial media.

Literasi media digital, menurut Aryanto Seran dalam kompasiana.com, mengutip Gilster (2007), berarti kemampuan memahami dan menggunakan informasi dari berbagai sumber digital, dengan kata lain kemampuan untuk membaca, menulis, dan berhubungan dengan informasi dengan menggunakan teknologi dan format yang ada pada masanya. 



Letak korelasi dari literasi media digital dengan hoaks yang semakin menyebar ada pada rendahnya tingkat literasi media digital, sehingga masih banyak penyebaran hoaks yang dengan mudah dilakukan di jejaring sosial. Budaya 'share' dengan sangat mudah juga termasuk dalam kurangnya literasi media digital loh! hayo, siapa disini yang suka membagikan artikel-artikel tanpa tau bener atau engganya?! Yuk dikurangi!

Dengan sobat semua mau meningkatkan budaya literasi, tandanya sobat semua juga siap untuk menjadi agen-agen 'penangkal' hoaks dengan kekritisan sobat semua nih . Waktu sobat semua dapet berita, yuk cek dulu kebenarannya! nih, bisa di cek lewat situs ini: https://stophoax.id/


REVISI:

Sobat semua kan sudah tau, kalau literasi media berkaitan dengan kekritisan kita dalam mencari kebenaran suau informasi. Lalu, kami kasih informasi lagi nih, gimana sih caranya, biar sobat semua bisa tau suatu berita masuk kategori hoax atau tidak.

Langkah-langkah mencari tau berita yang sobat baca adalah hoax atau tidak, adalah sebagai berikut:

Maka akan muncul tampilan seperti dibawah:



2. Pada kolom "masukan kata sandi", cari kata yang sesuai dengan berita yang sobat baca

Contohnya, kata kunci "prabowo". Sobat bisa lihat akan muncul sebagai berikut:



3. Jika berita dengan judul dan sumber yang sobat baca muncul di situs dengan keterangan "HOAX" atau "DISINFORMASI", berarti itu menunjukkan ada ketidakbenaran atau ketidaksesuaian pada berita tersebut.

Situs https://stophoax.id/ akan memberikan penjelasan yang benar tentang berita yang dianggap hoax, seperti dibawah ini:



Jika teman-teman kesulitan menelusuri melalui https://stophoax.id/, kalian juga dapat mengunduh aplikasi Hoax Buster-Tool melalui gadget kalian. Namun, hanya bisa pada pengguna berbasis android saja ya!


Perlu sobat semua ketahui juga, dalam masalah per-hoax-an, ada banyak istilah yang mungkin sobat belum tau loh! berikut beberapa istilahnya:


1. Disinformasi

Menurut KBBI, disinformasi/dis·in·for·ma·si/ n penyampaian informasi yang salah (dengan sengaja) untuk membingungkan orang lain. Kaitannya dengan berita-berita hoaks, informasi yang disampaikan bukanlah maksud yang sebenarnya dari berita yang disebarkan. Berita yang disampaikan memilikki judul yang hampir sesuai dengan berita yang sesungguhnya, tetapi isi berita berubah total dan tidak sesuai kebenarannya. Contohnya seperti pada gambar diatas, tentang berita "Data KPK Prabowo-Sandi menang ..."Berita sebenarnya, membahas tentang menang telak Prabowo-Sandi di bidang kekayaan, bukan suara dalam Pilpres 2019. Namun, di-disinformasikan oleh oknum menjadi seperti diatas.

2. Clicking Monkey

Masih banyak yang belum tahu tentang yang satu ini. Clicking monkey adalah kecenderungan seseorang untuk langsung membagikan dan menyukai suatu artikel, tanpa menelusuri terlebih dahulu kebenarannya.

3. Post-Truth

Sama seperti clicking monkey, masih banyak juga yang belum mengetahui tentang post-truth. Post-truth adalah keadaan dimana publik lebih percaya pada pembenaran, daripada kebenaran. Publik akan cenderung lebih mengikuti pemahaman pribadinya dan emosinya, daripada kebenaran yang sudah jelas-jelas bersifat objektif.


Source:

Materi yang diberikan Ibu Olivia Lewi Pramesti S. Sos, M. A.

https://setkab.go.id/media-sosial-post-truth-dan-literasi-digital/

Segitu dulu informasi kali ini seputar literasi media ya sobat! semoga, meskipun singkat bisa membantu sobat semuanya!

 
 
 

Comments


  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon
  • Grey Facebook Icon

© 2023 by The New Frontier. Proudly created with Wix.com

bottom of page